selamat pagi blogspot, ah sudah hampir setahun saya tidak update di blog ini yah :/
baaiklah, saya akan berbagi cerita kali ini.
mengenai rumah saya sekarang.
sebagai penduduk ber-KTP Batam (Provinsi Kepulauan Riau)
saya memiliki tanggungan untuk membantu daerah saya. salah satu bentuk nyatanya adalah dengan
tulisan ini. Apa yang pertama kalian dengar ketika mendengar Pulau Batam?
Pulau? Daerah tertinggal? Hinterland? Belum masuk pasokan listrik? Masih
rawa-rawa? Atau oh, pulau metropolitan itu? Miniatur Indonesia? Pulau industri? Tempat singgah ke Singapore?
yah, saya akan memperkenalkan Batam yang didalamnya ada potongan mozaik kehidupan
saya. Kebetulan di tugas akhir matakuliah metodelogi penelitian, saya membawa
batam sebagai judulnya. Baiklah, akan saya jelaskan sedikit mengenai tempat
tinggal saya. Batam, pulau yang hanya seluas 1.040 km² ini adalah kota yang
memiliki populasi tepadat setelah Medan, dan Palembang di Sumatera. Letaknya
yang seksi berada di jalur pelayaran internasional dan memiliki jarak yang
cukup dekat dengan singapura dan Malaysia. Mengapa saya mengatakan batam adalah
miniatur Indonesia? Hal ini cukup unik,
karena hampir seluruh suku di Indonesia ada di Pulau Batam. Informasi lowongan
pekerjaan yang meluas ke Indonesia tentang Batam menjadi daya tarik tersendiri
untuk mengadu nasib di Batam dan beranak cucu.
Unik memang, gampangnnya seperti di lingkungan rumah saya. Di depan rumah saya ada
seorang bugis yang menikah dengan seorang manado, di samping rumah seorang
jawa, di belakang ada seorang melayu, lalu agak turun sedikit ada orang flores
dari nusa tenggara, dua blok dari rumah saya juga ada sekeluarga toraja. Dan
saya sendiri keluarga dari suku Batak . Singkat kata, it’s a miniature of
Indonesia Right? Menurut saya penduduk
Batam merupakan akulturasi dari semua suku di Indonesia, melahirkan
kebiasaan-kebiasan dari adat masing-masing serta dipengaruhi oleh daerah
disekitarnya. Jadilah Batam. Kota kecil yang mulai menegakkan kepalanya.
kalau ditinjau dari segi ekonominya, Pertumbuhan ekonomi batam yang pesat dan menjanjikan juga merupakan daya
tarik si pulau kecil ini. Taukah kalian bahwa Kota Batam memiliki pendapatan perkapita tertinggi di Indonesia
ke-34 . Pertumbuhan ekonominya rata-rata sekitar 8,2 persen pertahun. Ketika
dipikir lagi, ternyata pertumbuhan ini Jauh di atas rata-rata pertumbuhan
ekonomi nasional sekitar 6 persen pertahun. TARAAA! Dan good News-nya lagi Provinsi Kepri secara nasional masuk 10 besar
nasional dalam keberhasilan pembangunan. Wow, masih balita tapi uda bisa merangkak dan
menyamai kota-kota dengan wajah dewasa.
Berbicara tentang bidang sumberdaya, Batam memiliki banyak Perusahaan kecil sampai raksasa di kawasan
Industri Muka Kuning, Batu Ampar, dan Tanjung Uncang. Belum lagi dikawasan
sektor perumahan, ressort, restaurant,
dermaga, hotel dan lain-lain. Karena sumberdaya batam lumayan bisa menghasilkan maka saya berasumsi
bahwa , Batam termasuk pulau yang mandiri, tidak lain juga dikarenakan tentang
kepemilikan Otonomi daerah sendiri yaitu
otorita Batam dalam mengolah sumber daya yang ada.
lalu bagaimana dengan pendidikan serta kesehatan di Pulau Batam?
yup, ini pertanyaan yang masih saya pecahkan, membandingkan dengan beberapa
kota yang sudah maju dibidang pendidikan serta kesehatannya. Menurut saya,
Batam cukup ketinggalan jauh ketinggalan dibidang pendidikannya dibandingkan kota-kota
besar seperti bandung, Jakarta,Surabaya,Jogjakarta,Medan. Karena konsentrasi
pulau ini yang lebih memprioritaskan industry, maka harus ada kerugian yang
dialami dibidang lain. Konsep pareto Optimal. Di satu sisi Batam
dikonsentrasikan di bidang sektor produksi dan jasa sedangkan disektor lain
kami kecolongan, dengan konsentrasi kerja yang tinggi dan lapangan perkerjaan
didepan mata, kemauan dan atmosfer untuk belajar cukup rendah. Mengapa saya katakan
cukup rendah? Baik saya jelaskan. kita telah mengetahui bahwa Batam
merupakan daerah perburuan untuk kerja, dan setiap anak yang bersekolah di
batam pasti memiliki 1 peluang untuk bekerja di daerahnya. Ketika seluruh
Indonesia berlomba-lomba untuk mencari pekerjaan di batam, maka anak-anak yang
bersekolah di Batam juga demikian. Jadi antusias untuk belajar rendah, karena
begitu banyaknya kawasan industry yang pasti membutuhkan tenaga kerja.
Semikianlah sebab musabab mengapa pendidikan di Batam cukup rendah dibandingkan
kota-kota lain. Begitu lulus sekolah, langsung menjadi karyawan atau buruh, dan demikianlah seterusnya.
suatu keberuntungan karena orang tua saya sudah merantau ke Pulau Batam sejak
tahun 90-an, berarti saya memiliki 1 peluang untuk bekerja disana karena
ketersediaan informasi serta relasi dibeberapa perusahaan. Seharusnya begitukan
yah? Iya. oh iya, saya juga ingin menceritakan fasilitas yang dimiliki Batam
sebagai kota cilik metropolitan. Batam dengan hutan yang masih rimbun memiliki bandara
internasional yang bernama hang nadim International Airport. Saya juga berani
bilang bandara ini seksi. Kenapa? Itu dikarenakan bandara batam merupakan titik
masuk-keluarnya dari asia ke Indonesia bahkan Autralia. Sering terjadi
penyelundupan barang-barang haram, tidak dikenai pajak, bahkan manusia di
bandara ini. Bandara ini menjadi saksi bisu asat persinggahan buronan serta
pidana mati dari luar negeri . Arsitekturnya sangat simple dan dibuat bergaya
mall, ketika masuk di loungenya
kalian pasti akan kaget, ini bandara atau mall ? ya, ini strategi kota Batam. Barata
yang sudah tersedia serta tempat yang sangat bersih merupakan daya tarik tersendiri singkat kata bandara ini memang berhak di
beri standart Internasional.
selanjutnya ada Pelabuhan . Pelabuhan yang mungkin kita kenal adalah pelabuhan
sekupang (dekat rumah saya), pelabuhan Internasional serta pelabuhan kecil
menuju Pulau-pulau disekitarnya. Untuk menuju ke Singapore diperlukan waktu 40
menit dari pelabuhan sekupang, sedangkan menuju Malaysia (johor) diperlukan
waktu 1.40 menit. Cepat bukan? Itu bagaikan dari Jakarta ke bekasi yah? Ah
lebih cepat dari batam-singapore saya rasa. Dan harganya? Jangan khawatir,
untuk PP tidak akan sampai 500 ribu menuju kesana. Nah, ini yang benar-benar
membuat Batam semakin seksi untuk di tanami investasi.
Mungkin demikian sedikit cerita tentang daerah saya, sedikit banyaknya pasti
ada plus-minus dari Pulau ini, dan
saya tau akan itu. Saya harap teman-teman semua dapat singgah kebatam untuk
berlibur. Merasakan ressort, pantai , makanan lautnya, ke sektor industrinya.
Tapi buat yang ingin berinvestasi, saya titip pesan, jangan tenggelamkan Batam
yah, saya masi mau 20 tahun lagi melihat batam dengan Hutannya yang rimbun.
Biarin aja, apa kata orang kota disana,
Batam masih Hutan atau apa, tapi saya masih yakin bahwa Hutan itu paru-paru kedua
saya. Jangan tanduskan bahkan tenggelamkan Batam. #visitBatam2014