Rabu, 29 Januari 2014

Puisi dalam diorama

[kidung kelam]


ibadah sepi menyusup khusuk masuk ke kamar

tembok-tembok lembab menjadi saksi pesakitan yang bisu

lumutnya berakar, menyimpul retak diujungnya.

bangsal persegi panjang lapuk rapuh menjadi penyanggah tubuh yang layu

sampai rayappun bosan menyentuh

dinginnya merayu, masuk dalam titik sedih yang berputar

memelukku dengan dingin yang tak terkatakan…

dan kamar ini,.. mendadak memutar fragmen kehidupan kita :

sayang, aku mampu bernafas tanpa sela jendela

asal kau menemukan ujung bibirku

mentransfer tiap hela dalam sesapan

menyalurkan pelukan lewat tatapan


lalu terdengar desahan yang dibakar dalam kerongkongan
membawa kamu, aku -KITA dalam pusara api gelora
menggigit lembah rindu yang menggebu
Semakin gila-semakin candu
sampai terkapar dititik tertinggi
terlarung dalam samudra lepas


kita berdua hampir mati tersengal-sengal
dan kamar ini mendadak kelam,
kembali memudar
kembali menghitam
terususun rapi dan rapat


kaku, dingin. tak ada kehidupan
aku sadar, sekarang tinggal  diorama.
aku,kamu kita.
http://ruthfloridahutabarat.tumblr.com/post/74035323035/puisi-dalam-diorama

2 komentar: