pernahkah kau berpikir, Dunia ini berhenti berputar detik ini juga .pernahkah kau berpikir smua hal-hal yang kerjakan slama ini, baik tugas sekolah, kuliah, kerjaan, itu smua tidak ada gunanya ?
sgala yg telah kita lakukan sudah tidak berarti ?
smua telah slesai , panggung sandiwara yg kita perankan ini sudah selesai.
tiada lagi penambahan waktu maupun dispensasi, bak tombol undo maupun redo di button atas .
pernahkah kau coba untuk terbangun dari tidurmu dan menyeret kaki serta membuka matamu lebar2 untuk melihat mata ibumu atau ayahmu ketika lagi tidur, dan membayangkan pa bila mata mereka berdua tertutup untuk selamanya ?
dan kau keluar rumah ? berteriak sekeras mungkin untuk memecah kesendirian dan kematian setengah jiwamu ?
kau berjalan sendiri di lorong kecil yang membawamu ke sebuah cahaya ,
berjalan mengulang keseharianmu ssewaktu kecil ?
kau dibawa untuk flashback ke belakang dan mungkin itu akhir kalinya kau bisa melihat kenangan indah itu.
terakhir kalinya melihat senyum , tawa, tangis, candaan, teriakan, gerutuan dan ukiran indah nan tua di kening orangtuamu ?
smuanya serba hitam putih, kali ini dunia berputar dengan tepat pada porosnya,
kau bisa merasakan aroma masa kecilmu,
bebauan bunga yg indah dipagi hari, ketika dalam perjalan ke sekolah dasar dlu.
waktunya smakin dipercepat kali ini kau ada di masa sma, masa dimana kamu sudah bisa membentak, merasa paling hebat, berpikir orangtua cuma bisa mengekang kita sebagai anaknya, membangkang dan memberontak setiap kali diberi nasihat.
acapkali kau berteriak didepan muka orangtua, sehingga mereka menjadi hina dan terhempas dari gunung ke dasar laut yang paling dalam, mereka cuma bisa mengelus dada.
berharap kau bisa meminta maaf dan memeluknya, dan mencium keningnya.
dunia terus berputar , hingga sampailah kau tepat di hari kemarin.
ketika kau sedang pulang kuliah, sampai dirumah . ..
hendak membuka pintu tapi ada seekor burung merpati yg jatuh tepat di sebelah kanan kakimu.
badannya berdarah , sepertinya sayap2 yg kecil itu ada yg patah.
kau membawanya ke kamar , bukan malah mengobatinya kau malah mematahkan sayap kecil yang satu laginya . ..
akhirnya kau membawa dia keluar .
membiarkan sayap2 kecil itu berayun dengan pelan,
merpati itu jatuh dan matanya yang sayup terkihat tidak bisa terbuka dan ingin segera menutup mata karna tidak tahan sakitnya.dan akhirnya merpati itu mati, merpati itu kau lemparkan ke perkarangan rumahmu.
saat itu juga kedua orangtua mu datang dari tempat kerjaan mereka. bukan menyalam malah meminta uang untuk membeli ini itu yang bukan prioritas utama. karena mereka belum bisa memenuhi permintaanmu, kau berteriak didepan muka orangtuamu.
mereka tidak menangis, mereka malah memarahimu, ibu mu..
cuma bisa berdiri dibelakang ayahmu, mencoba menarik bayangan jiwamu ketika kecil.
menatapmu dan seakan berbicara lewat mata. ayahmu dengan guncangan tubuhnya menyentakan tangannya keatas dan hampir menamparmu, di belakangnya masih ada ibumu yg sambil mengeluarkan airmata mencoba menahan tangan ayahmu yang hampir mendarat di pipimu yang bengis.
****************************
tiba2 smuanya menjadi hitam.
smuanya menjadi absurd, warna , dan dimensi berpindah seakan kau berada di dunia yang tidak bisa di deskripsikan.
kau skrang ada di dimensi yang berbeda, dimensi yang cuma ada kau dan seseorang yg sering kita panggil 'Tuhan'.
Ia terlihat terang, bak ribuan lilin menyala dibelakang tahtanya.
kau tidak bisa melihatnya secara jelas.
terdengar suara berat memanggil namamu dan kau mengikuti sumber suara itu.
Dia meminta pertanggung jawabanmu selama kau dititipkan didunia. apa saja yang telah kau lakukan ?
berapa orang yg kau senangkan hari tadi ?Dia meminta kembali inventaris yang dititipkan kepadamu, baik orangtua dan keluargamu. apa ?
apa yang telah membuat kamu merasa menjadi sangat dirindukan oleh keluargamu ?
apa malah kau menjadi trouble maker ? benalu atau parasit dikluargamu ?
nada suara itu tidak seperti men-judge mu tp lebih tepat seperti mencoba memberimu waktu untuk menguraikan jawabanmu, berharap prtanyaan trakhir td itu salah.
kau terdiam.
suasana hening.
air matamu jatuh berlinang.
lau suara itu bertanya lagi, apa Kamu ingat anakku, burung merpati yang kemarin kamu bunuh itu?
sejenak kau berpikir...
*******************************
itu Aku, anak-Ku. aku mencoba memberi mu kesempatan di hari terakhirmu, tapi apa ?
kau malah Membunuh-Ku. aku mencoba memberi air saat kau berada dipuncak dahaga, tapi apa ?
bukan cuma air yang kuberi kau minum, tapi darah-Ku juga ikut kau ambil.
seandainya Kau mengobatiku saat itu, mungkin saat ini kau tidak ada disini, tapi kau ada di pemakaman.
Aku berpikir, siapa yg salah, kau ? atau ajaran orangtuamu ?
jika hari itu kau mengobatiku, mungkin hari ini kau ada dipemakaman orangtuamu, tapi trnyta tidak.
kau malah membunuh merpati itu, kau malah membunuh Aku.
********************************
kau memandang dunia ini seperti saudaramu. Aku pernah mengatakan, masuklah kedunia tapi janganlah sama dengan dunia. Kau malah seperti kloningan dunia, tidak tahu karna siapa ? karna nafsumu yang menggebu-gebu ? sehingga suara-Ku kau anggap tiada ?
terkadang Aku merasa sifat atheismu itu cuma berlaku jika berkumpul dengant teman2mu, ketika bersama keluarga di tempat ibadah tingkah lakumu melebihi Aku.
coba kau pikir ulang, apa yang telah Kau lakukan anak-Ku.
sgala yg telah kita lakukan sudah tidak berarti ?
smua telah slesai , panggung sandiwara yg kita perankan ini sudah selesai.
tiada lagi penambahan waktu maupun dispensasi, bak tombol undo maupun redo di button atas .
pernahkah kau coba untuk terbangun dari tidurmu dan menyeret kaki serta membuka matamu lebar2 untuk melihat mata ibumu atau ayahmu ketika lagi tidur, dan membayangkan pa bila mata mereka berdua tertutup untuk selamanya ?
dan kau keluar rumah ? berteriak sekeras mungkin untuk memecah kesendirian dan kematian setengah jiwamu ?
kau berjalan sendiri di lorong kecil yang membawamu ke sebuah cahaya ,
berjalan mengulang keseharianmu ssewaktu kecil ?
kau dibawa untuk flashback ke belakang dan mungkin itu akhir kalinya kau bisa melihat kenangan indah itu.
terakhir kalinya melihat senyum , tawa, tangis, candaan, teriakan, gerutuan dan ukiran indah nan tua di kening orangtuamu ?
smuanya serba hitam putih, kali ini dunia berputar dengan tepat pada porosnya,
kau bisa merasakan aroma masa kecilmu,
bebauan bunga yg indah dipagi hari, ketika dalam perjalan ke sekolah dasar dlu.
waktunya smakin dipercepat kali ini kau ada di masa sma, masa dimana kamu sudah bisa membentak, merasa paling hebat, berpikir orangtua cuma bisa mengekang kita sebagai anaknya, membangkang dan memberontak setiap kali diberi nasihat.
acapkali kau berteriak didepan muka orangtua, sehingga mereka menjadi hina dan terhempas dari gunung ke dasar laut yang paling dalam, mereka cuma bisa mengelus dada.
berharap kau bisa meminta maaf dan memeluknya, dan mencium keningnya.
dunia terus berputar , hingga sampailah kau tepat di hari kemarin.
ketika kau sedang pulang kuliah, sampai dirumah . ..
hendak membuka pintu tapi ada seekor burung merpati yg jatuh tepat di sebelah kanan kakimu.
badannya berdarah , sepertinya sayap2 yg kecil itu ada yg patah.
kau membawanya ke kamar , bukan malah mengobatinya kau malah mematahkan sayap kecil yang satu laginya . ..
akhirnya kau membawa dia keluar .
membiarkan sayap2 kecil itu berayun dengan pelan,
merpati itu jatuh dan matanya yang sayup terkihat tidak bisa terbuka dan ingin segera menutup mata karna tidak tahan sakitnya.dan akhirnya merpati itu mati, merpati itu kau lemparkan ke perkarangan rumahmu.
saat itu juga kedua orangtua mu datang dari tempat kerjaan mereka. bukan menyalam malah meminta uang untuk membeli ini itu yang bukan prioritas utama. karena mereka belum bisa memenuhi permintaanmu, kau berteriak didepan muka orangtuamu.
mereka tidak menangis, mereka malah memarahimu, ibu mu..
cuma bisa berdiri dibelakang ayahmu, mencoba menarik bayangan jiwamu ketika kecil.
menatapmu dan seakan berbicara lewat mata. ayahmu dengan guncangan tubuhnya menyentakan tangannya keatas dan hampir menamparmu, di belakangnya masih ada ibumu yg sambil mengeluarkan airmata mencoba menahan tangan ayahmu yang hampir mendarat di pipimu yang bengis.
****************************
tiba2 smuanya menjadi hitam.
smuanya menjadi absurd, warna , dan dimensi berpindah seakan kau berada di dunia yang tidak bisa di deskripsikan.
kau skrang ada di dimensi yang berbeda, dimensi yang cuma ada kau dan seseorang yg sering kita panggil 'Tuhan'.
Ia terlihat terang, bak ribuan lilin menyala dibelakang tahtanya.
kau tidak bisa melihatnya secara jelas.
terdengar suara berat memanggil namamu dan kau mengikuti sumber suara itu.
Dia meminta pertanggung jawabanmu selama kau dititipkan didunia. apa saja yang telah kau lakukan ?
berapa orang yg kau senangkan hari tadi ?Dia meminta kembali inventaris yang dititipkan kepadamu, baik orangtua dan keluargamu. apa ?
apa yang telah membuat kamu merasa menjadi sangat dirindukan oleh keluargamu ?
apa malah kau menjadi trouble maker ? benalu atau parasit dikluargamu ?
nada suara itu tidak seperti men-judge mu tp lebih tepat seperti mencoba memberimu waktu untuk menguraikan jawabanmu, berharap prtanyaan trakhir td itu salah.
kau terdiam.
suasana hening.
air matamu jatuh berlinang.
lau suara itu bertanya lagi, apa Kamu ingat anakku, burung merpati yang kemarin kamu bunuh itu?
sejenak kau berpikir...
*******************************
itu Aku, anak-Ku. aku mencoba memberi mu kesempatan di hari terakhirmu, tapi apa ?
kau malah Membunuh-Ku. aku mencoba memberi air saat kau berada dipuncak dahaga, tapi apa ?
bukan cuma air yang kuberi kau minum, tapi darah-Ku juga ikut kau ambil.
seandainya Kau mengobatiku saat itu, mungkin saat ini kau tidak ada disini, tapi kau ada di pemakaman.
Aku berpikir, siapa yg salah, kau ? atau ajaran orangtuamu ?
jika hari itu kau mengobatiku, mungkin hari ini kau ada dipemakaman orangtuamu, tapi trnyta tidak.
kau malah membunuh merpati itu, kau malah membunuh Aku.
********************************
kau memandang dunia ini seperti saudaramu. Aku pernah mengatakan, masuklah kedunia tapi janganlah sama dengan dunia. Kau malah seperti kloningan dunia, tidak tahu karna siapa ? karna nafsumu yang menggebu-gebu ? sehingga suara-Ku kau anggap tiada ?
terkadang Aku merasa sifat atheismu itu cuma berlaku jika berkumpul dengant teman2mu, ketika bersama keluarga di tempat ibadah tingkah lakumu melebihi Aku.
coba kau pikir ulang, apa yang telah Kau lakukan anak-Ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar