malam yang indah.Dengan sinar bulan purnama.
Ditemani rerumput yg ramah .
ku tatap handphone sejenak.
memainkan keypad secara berirama.
menunggu jawaban sms kamu.
5 menit. ...
10 menit. ..
1 jam, ..
spertinya kamu sudah nyenyak tertidur. berteman mimpi dgn pelacurmu
yah, mungkin kau tak akan melihat bulan yang sama dgnku skrg.
mungkin kau tak dpt merasakan gelinya angin .
sapuan angin menggelitik romaku.
seakan ingin menari mengikutinya.
bulan yang seksi itu pun bak ingin menyapa.
"hai cantik yang malang, mengapa kau bersedih?"
dgn gelagar yg bodoh aku menjawab," aku sedang menunggu ketidakpastian yg menyiksa"
senyum liciknya berkata :" kasihan sekali kamu, tak adakah yang ingin bersanding denganmu?"
*hening*
aku menjawab , kalau begitu , nasib kita sama.
knapa kau tidak bisa bersanding dgn matahari ?
padahal kalian pasangan yang serasi.
aku berbeda dgn dia. terkadang aku cuma merasa mnjadi tanah, dan dia itu bendera yang gagah berkibar.
kadang pula aku merasa bak kerang di dasar laut. dan dia bagai burung rajawali yang terbang melirikku seolah mengejekku dari atas.
smuanya berbanding kebalik.
si bulan terdiam malu menertawakanku.
tak seharusnya dia mengatakan kejujuran itu. yah, walaupun pahit itu menusuk.
aku berlari diatas bukit.
mungkin dgn mencari ujung bukit ini,
aku dapat masuk kedalam mimpinya.
kakiku memaksa terus berlari,
sampai akhirnya kudapati, kaki bukit nan terjal.
keseret otakku sedikit untuk mencari jalan keluarnya.
yah , hingga akhirnya aku berlari .. .
kembali ke tempat asal.
gemuruh, ..
petir.
spertinya berhasil mecabik-cabik malamku ..
dan akhirnya hujan turun secara gerombolan.
mereka menyerangku.
seakan menyuruhku untuk pergi dari situ.
gaunku yang putih dibasahi mereka.
tanpa tanya langsung mehampiriku.
menampar pipiku , dan mencium bibirku.
memeluk badanku .
spertinya mreka tau,
aku sedang patah hati
memacariku dimalam kalbu.
dan seandainya dia yg menjadi hujan itu.
aku rela ditampar.
tapi tak satupun yang tahu.
dimalam kalbu itu ,
aku sendiri yang berperang batin.
ntah dimana waktu itu.
ingatan ini menyiksaku
merobek-robek syaraf impulsku.
aku lupa.. .
aku cuma mau titip salam untuknya.
"selamat tidur . jadikan aku pelacurmu dimimpi indahmu."
Ditemani rerumput yg ramah .
ku tatap handphone sejenak.
memainkan keypad secara berirama.
menunggu jawaban sms kamu.
5 menit. ...
10 menit. ..
1 jam, ..
spertinya kamu sudah nyenyak tertidur. berteman mimpi dgn pelacurmu
yah, mungkin kau tak akan melihat bulan yang sama dgnku skrg.
mungkin kau tak dpt merasakan gelinya angin .
sapuan angin menggelitik romaku.
seakan ingin menari mengikutinya.
bulan yang seksi itu pun bak ingin menyapa.
"hai cantik yang malang, mengapa kau bersedih?"
dgn gelagar yg bodoh aku menjawab," aku sedang menunggu ketidakpastian yg menyiksa"
senyum liciknya berkata :" kasihan sekali kamu, tak adakah yang ingin bersanding denganmu?"
*hening*
aku menjawab , kalau begitu , nasib kita sama.
knapa kau tidak bisa bersanding dgn matahari ?
padahal kalian pasangan yang serasi.
aku berbeda dgn dia. terkadang aku cuma merasa mnjadi tanah, dan dia itu bendera yang gagah berkibar.
kadang pula aku merasa bak kerang di dasar laut. dan dia bagai burung rajawali yang terbang melirikku seolah mengejekku dari atas.
smuanya berbanding kebalik.
si bulan terdiam malu menertawakanku.
tak seharusnya dia mengatakan kejujuran itu. yah, walaupun pahit itu menusuk.
aku berlari diatas bukit.
mungkin dgn mencari ujung bukit ini,
aku dapat masuk kedalam mimpinya.
kakiku memaksa terus berlari,
sampai akhirnya kudapati, kaki bukit nan terjal.
keseret otakku sedikit untuk mencari jalan keluarnya.
yah , hingga akhirnya aku berlari .. .
kembali ke tempat asal.
gemuruh, ..
petir.
spertinya berhasil mecabik-cabik malamku ..
dan akhirnya hujan turun secara gerombolan.
mereka menyerangku.
seakan menyuruhku untuk pergi dari situ.
gaunku yang putih dibasahi mereka.
tanpa tanya langsung mehampiriku.
menampar pipiku , dan mencium bibirku.
memeluk badanku .
spertinya mreka tau,
aku sedang patah hati
memacariku dimalam kalbu.
dan seandainya dia yg menjadi hujan itu.
aku rela ditampar.
tapi tak satupun yang tahu.
dimalam kalbu itu ,
aku sendiri yang berperang batin.
ntah dimana waktu itu.
ingatan ini menyiksaku
merobek-robek syaraf impulsku.
aku lupa.. .
aku cuma mau titip salam untuknya.
"selamat tidur . jadikan aku pelacurmu dimimpi indahmu."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar